Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Cinta Sudah Lewat

Kadang ingin aku bertemu
Dan berbagi waktu yang terlalui
Sukar tuk sadari
Ku tak boleh mengingini

Tanpa mu cinta tak berarti
Cinta sudah lewat
Tak kukira kan begini
Mengapa harus kau terikat
Meski t’lah terucap
Hanya aku yang ada di hatimu

Pernah kucoba menyisihkan
Namun hati tak rela tuk akui
Kenyataan yang ada kasih
Kau tak mungkin ada di sini

Tanpamu cinta tak berarti
Cinta sudah lewat
Tak kukira kan begini
Mengapa harus kau terikat
Meski t’lah terucap
Hanya aku yang ada di hatimu

Bila memang cinta tak harus slalu miliki
Namun nyatanya tak mudah melupakan

Tanpamu cinta tak berarti
Cinta sudah lewat
Tak kukira kan begini
Mengapa harus kau terikat
Meski t’lah terucap
Hanya aku yang ada di hatimu

Tak kukira kan begini
Mengapa harus kau terikat
Meski t’lah terucap
Hanya aku yang ada di…
Hanya aku yang s’lalu di…
Hatimu

Rabu 2 Juni 2010 di Neo Callista, Bandung. nembak Dhika Primanika dengan segudang cobaan dan susah bgt dapetinnya. dari semester satu ngincer dia hahhaha dapetnya semster 4. ga akan saya sia2in. coz i know you are my best girlfriend ever had. love u ka, thanks dah mau jd cwe aku, istri aku (aminn), langgeng ya beybi!! hahaha

21

resah akan suatu pencapaian..
umur gw ngurangin.
pencapaian gw harus bertambah..
HARUS!!

Mundur sejauh-jauhnya

“kenapa jadi begini?”

Kalimat itu sering kucapkan berkali-kali ketiak kurasakan sakitnya mulai meyesakan ingatan. ingatan yang selalu membuatku enggan untuk berdiri tegak seperti dulu lagi. dulu yang emepunyai hati sebesar mahligai ketulusan untuk bisa mencintai wanita dengan membahagiakannya. ‘Apa yang salah?’ aku tak pernah merencakananya semua ini, termasuk sampai sedalam ini pula kuhancurkan diri sendiri.
Mungkin memang ada takaran diluar kewajaran atas aharapan yang kugantungkan terlalu tinggi padanya. apakah salah? salahkah hati yang terlalu bermain menikmati liak liuk cerita ini.? bodoh kah? ya! bodoh memang diriku ketika tau bahwa permata yang selalu kupuja ternyata kilaunya bukanlah permata, tapi hanya kaca.. kaca yang mencemooh nurani seakan dia mencermin dan berkata ‘kamu terlalu bodoh untuk ku tipu dan ku rayu pria!’..
kini telah usai.. usai semuanya..
lukanya… sakitnya…
namun tetap ku tak dapat berdiri tegak seperti dulu lagi,
yang dapat berlari dan mengejar harapan baru

entah suratan atau kepuasan. bulan berganti ada kabar awal yang dimilikinya telah karam juga.. lagi lagi karam akibat egonya yang menjadi ratu hatinya. tapi mengapa ia berlari lagi ke arah ku? membawa cerita kenangan yang dulu.. ‘Aku tidak mengerti’ lugas ku dalam hati.. apa ini? dia mau menusuku lagi? iya? atau memang hanya ingin bermain-main lagi dan mengajarkanku kembali untuk jatuh terperosok kelubang yang sama? tentu aku tak ingin hal pahit itu menjadi makananku untuk kali kedua. gelarku bukan si bodoh lagi.

dan kenapa selalu dipertemukan? apa maksudnya? persetan dengan inginnya yang selalu berucap untuk yang ‘dulu’

akalku berkata ‘mundurlah! sejauh-jauhnya, ini masih yang sama, bahkan kulihat lebih parah dengan yang dulu… dia bukan yang kucari… ini hanya sementara, hingga ku temukan yang bisa membuatku berharga dan berlari kembali.. berlari tertawa bahagia dan selalu memegangku erat dan berkata ‘kamu baik-baik denganku’, seraya tersenyum. keindahan masih kucari… terus mencari hingga hati tertatih lagi.. untuk mencintai bukan untuk disakiti.
walauku tau, sampai kapanpun, kau pasti mencariku lagi. PASTI

“duh laper, blm masak nasi”
biasa. kalau kuliah pagi-pagi pasti ge sempet masak nasi, akhirnya setelah mata kuliah pertama pagi ini, gue dan kawam-kawan ‘girang’ gue suka nyantol di KOPMA (koperasi mahasiswa_red) agar menjadi pelanggan pertama untuk sarapan pagi ini. maklum pagi2 baru pada buka, masih pada masang selang gas kompor malah.. parah kan kita? hehehe

setengah jam menunggu ‘briefing’ para mas-mas menyiapkan dagangannya, ” ga ada fastfood ya di UNISBA?” berpikir kalau saja kuliah di mall, pasti urang geus dahar KFC nu gancang dan ngenah! memang capruk si… biarin ah! namanya juga orang lapar… karna orang lapar selalu benar! ahahaha (karena mereka berhak dimaklumi).

nunggu makanan lama, akhirnya otomatis berbincang2 bersama teman2 yang konotasinya mereka ya lapar juga (memang banyak yang prihatin dengan kondisi kami hiks..). ditengah2 obrolan ringan yang tentunya bukan membahas mata kuliah, saya tertegun melihat anak psikologi yang menurut saya cukup cantik pagi itu, dan tidak terlihat seperti ayam goreng karena saya lapar (parah weh mun kitu mah ahahah!).

“Weeh ‘bening’ gitu euy!” celotehan gue yang terbawa nafsu syahwat dipagi hari..

“mana?!” temanku penasaran..

itu yang pake baju garis-garis.. yang ngeliat ke arah jam8!”
tegas ku..

“oh.. dia, dia mah udah ga perawan kres..” ucapnya ringan dan terasa simpel terdengar.

mataku langsung berbalik memandang temanku yang ‘satu’ ini, dengan sedikit mengecilkan ruang mata dan dahi yang bergerak mengkrucut berekspresi heran… dan seraya berkata ” ehm?”

dengan mimik yang suci dan terpancar aura berpengalaman dia bilang lagi
“ia ga perawan..”
plus ditaburi senyum mafianya yang seolah-olah berkomunikasi ‘percayalah kresna..’..

mataku terus tertegun heran pada ‘teman’ku yang satu ini sambil berfikir ‘ko dia bisa tau ya?, udah pernah test drive atau emang wanita itu ngomong jujur sama dia kalau dia udah ga perawan?… tapi masa ia ada cewe ngaku kalau dirinya udah ga perawan? cewe sakit yang gitu mah!’

“tau dari mana kamu?” tanyaku lugas..

“ya tau lah hahahahahaha” sedikit sentuhan tertawa persuasif..

ya indikasinya lo bisa tau apaan?” tidak habis pertanyaan ini kembali ku ulang..

“nih, kalau cewe pinggulnya udah rada turun alias melorot ke bawah bagian pinggul, artinya udah ga perawan.. gitu bro” jawabnya..

” ah! ga ilmiah..yg ilmiah itu liat aja KTP nya, kalau udah kawin ya berarti udah ga perawan ..” kumencoba menyederhanakan..

ehh beneran….
dll dll dll..

_________________________________________

taukah teman? obrolan diatas sebenarnya tidak akan terjadi jika makanan segera datang sesuai pesanan, yaitu ayam katsu 3 dan ayam timbel 1…. ini terjadi bukan karena memang teman saya yang benar2 cerdas tau tentang keperawanan, atau saya yang penasaran dia perawan atau tidak… dan masalahnya kalau dia perawan atau tidak trus kenapa? mau saya pacarin? enggak kan?!… intinya jangan membahas sesuatu hal dengan orang-orang lapar, karena sesuatu hal yang akan dibahas itu akan kalah penting dari apa yang dia rasakan (lapar) .

nb: menarik tidak menariknya tulisan ini juga bisa dipengaruhi apakah anda membaca tulisan ini dalam keadaan lapar atau kenyang.

Cantiknya di lampu merah

Siang hari ini panas terasa. sepanjang jalan sudirman rasanya berjejalan kendaraan yang tak karuan jalannya, maklum, angkot dan parkiran membuat badan jalan berserakan. roda motorku berputar kencang, jalan menyalip ditengah panas dan ramainya jalan menjadi favoritku saat itu,, dengan jaket yang tertutup rapat dan tangan yang terbakar matahari rasanya aku ingin telanjang dan teriak didepan lampu merah.. “panas anjiii*g!” (kesal)..

belokan depan tak jauh dari toko obat pandu kulihat banyak anak SMA 4 yang baru bubaran sekolah, “jadi teringat dulu eahaha” gumamku melihat putih abu yang menghiasi jalan kemacetan itu. kupandangi wajahnya satu persatu “ ABG sekarang ko mukanya kayak masih kecil2 ya? kayak bukan umur 17an?” pikirku tak penting, “hmm atau mukaku yang ketuaan saat SMA?’ aaahhh rasanya kalimat itu bukan alasan untukku untuk terus berasa muda..

lajuku melalui mereka. makiin ramai.. begitu banyak orang yang menyeberang disaat motor melaju kencang menahan panas. “pada ga mikir nyebrang ya?!” ketusku, urusan ketabrak sih pasti yang disalahkan ya motor2 juga nantinya. kesal dan panasku mulai menaik, kulihat sepanjang jalan awan tak meneduhi panasnya ini, “rasanya tadi lebih teduh daerah sini?” bertanya sinis.. huh memang rata2 struktur wajah pengendara motor itu seram-seram, ya faktornya sih lebih pada mood yang tidak banyak sesuai dengan kondisi dijalanan.. ya egois memang.

“wah kuning!, keburu ga ya? perempatan ini suka lama merahnya”

wusss!

[merah]

“sial!”

rasanya hari ini doyan banget buat kangen-kangenan sama lampu merah.
mataku memandang pengendara lainnya… ada yang acuh, ada yang sama kesalnya denganku, ada pula yang tampaknya menikmati sekali panasnya cuaca hari ini “apa yang dia pikirkan?” celotehku.

“bragg!”

“eh itu jatoh a!”

suara orang-orang yang mendadak teriak sambil melihat kearah depan motorku. ternyata ada seorang gadis yang terjatuh didepan motorku.. “mau nyebrang, trus pingsan?” pikirku, sambil kuangkat perempuan itu ke pinggir jalan dengan bantuan pengendara lainnya.

“mas nabrak dia ya?!” nada setengah tinggi..

“anda juga liat sendirikan lampu lagi merah?!, ya saya juga lagi berhenti, masa mau nabrak orang.. orang dia jatoh depan saya ko.. gimana sih..”

rupanya ada yang menyangka perempuan ini aku yang menabraknya, enak saja orang nyeletuk!. kebetulan saja ia terjatuh tepat didepan motorku yang sedang berhenti dilampu merah. sial!

tanganku coba menolehkan wajah perempuan itu, untuk kulihat keadaannya, takutnya terbentuk jalan aspal atau mimisan karena panas.

“hmm!” [anjir! geulis euy! huhuy!] sontak ku dalam hati.

orang-orangpun membantu menyadarkannya, ada yang memberi air, ada yang mencarikan tempat yang lebih teduh untuk membaringkannya, ada juga yang hanya menonton dan berkata ‘oh pingsan..’ dan pergi lagi berjalan kaki..

laju kendaraan sudah berjalan. lamu sudah hijau dari tadi, motorku terparkir dibahu kanan lampu merah.. setengah bingung karena bertanya “kenapa jatoh ya?” kucoba membangunkannya lagi dengan mengoyang-goyangkan badannya

“dek?. ade?”
aku panggil gadis SMA ini..

perlahan gadis ini membuka matanya, sedikit seperti lelah dan lemas..

“Alhamdulillah tuh sadar..” kalimat orang2 yang berkerumun pada saat itu..

mas, sama mas ya dianter. kasian belom sadar betul” kata pedagang soto kepadaku..

“oh ia pak” sahut ku..

mulai tenang, dia sudah meminum air, akupun sudah mulai lega dengan keadaan ini, apa jadinya kalau dia tidak sadar-sadar? bisa tertuduh nabrak seperti kata orang-orang tadi..

“makasih ya a..” ucap si gadis SMA yang pingsan ini padaku,

eh ia, sama-sama” jawabku memecahkan lamunanku tadi..

” tadi kenapa? jatoh? “

“ga tau, pusing da, mau pulang” jawabnya dengan nada bingung, hmm mungkin masih pusing.

(sambil)
huy! semakin kulihat memang cantik perempuan ini. dan akan jadi yang terlalu sinetronis kalau ku tanya nama, alamat dan apalagi kalau nanya “udah punya pacar blm?” wah disangka germo nantinya. akhirnya sikap standar saja yang kupilih..

“oh ya udah atuh pulang ya? rumah dimana? kaut ga pulang sendiri?” peduli ku..

“bisa..bisa… deket da di stasion sana” sambil menunjuk arah yang kiranya hanya 500 meter kedepan saja. hmmm rsanya kecewa tidak jadi membonceng dia, se tidaknya aku punya kesempatan lebih untuk berkenalan dimotor

“oh bener ga mau dianter?” tanyaku memastikan..

“ia ga apa-apa, makasih mas” meyakinkanku sambil mulai menoba berdiri dan mengkalungkan tas nya kembali.

“oh ok, hmm” senyumku mengantar melanjutkan jalan kakinya yang terhenti karena pingsan.

hahaha di otaku hanya bilang “Cantik ya, lucu hehe”..
namanya? SMA brapa? anak SMA 4 atau Pasundan ya? didaerah ini kan banyaknya anak-anak SMA itu..pikirku.
ah sudahlah, hanya intermezo ditengah kemacetan kota dan teriknya hari hari Selasa.

jangan pingsan lagi ya ahahahahahahha

kali ini saya tidak akan membahas bagaimana kisahnya, karena kalau ‘ada’ yang tau, maka akan ada yang merasa ‘diremehkan’.. bae lah.. i’m talking in a rhyme

“Hati dibeli dengan hati
ketulusan tak akan pernah tergantikan oleh ketulusan yang ke dua
cinta tak pernah akrab dengan ke egoannya
yang baik akan selalu berbisik
yang tak diingat akan selalu mengingatkan
jangan pernah kau bilang pergi jika kau akan kembali lagi
disini… yang dulu selalu disini menemani
dan ini akan tetap akan terjadi
sampai ego kau akhiri”

061209

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.