Terkesan dramatis memang saat mendengar kalimat ;
“ lebih sulit memenej perasaan dari pada perusahaan”
Berkomunikasi dengan nilai kejujuran, jelas, apa adanya adalah cerminan pola pikir penyampaian pesan kita yang dikemas dengan perasaan; dan perasaan adalah pekerjaan utama dari hati. Pengungkapan berbagai rasa melalui komunikasi verbal maupun non verbal lebih terasa ’mengena’ apabila apa yang diuraikan adalah sebuah ungkapan yang mempunyai ruh dan kekuatan batin. Sebagai contoh seorang biduan wanita yang menyanyikan lagu tentang percintaan dengan penghayatan yang totalitas, akan terdengar lebih mempunyai kekuatan ruh dan mengena ketimbang biduan yang menyanyi hanya mengandalkan kekuatan teknik suara dan kepuitisan dari lirik lagu.
Seorang orator, khatib, motivator yang berkualitas salah satunya harus mempunyai indikasi tersebut. Mempunyai ruh dalam untaian kalimat yang ia samapaikan. Namun ternyata ini tidak mudah, beberapa komunikator mempunyai beberapa kesulitan sistematika dalam penyampaian pesan, maka hal ’berkomunikasi dengan hati’ ini menjadi hal yg nomor dua setelah memikirkan tekhnik-tekhnik memperindah kata. Padahal efek dari ’berkomunikasi dengan hati ini’ jauh lebih ampuh dari pada untaian kalimat yang sangat dirancang indah dan ilmiah. Kalimat yang sederhana apabila pengemasan dan penyampaiannya menggunakan kekuatan hati yang mempunyai ruh yg kuat, akan lebih membuat orang tergugah dari pada rangkaian kata puitis. Maka seorang yang mempunyai kegiatan dibidang public speaking sangat penting memepelajari hal ini, agar penyampaian pesan tidak hanya sekedar kegiatan komunikasi publik saja namun mewujudkan kondisi komunikasi yang mempunyai pengaruh untuk komunikan.
Contoh dahsyat yang sederhana adalah komunikasi yang dilakukan oleh seorang ibu pada anaknya. Nasehat-nasehat seorang ibu mungkin jauh dari indikator keilmiahan dan tidak dijejali kata-kata populer dalam menasehati anaknya, namun kalimat sederhana yang disampaikan dengan sepenuh hati. Mari kita menjadi manusia-manusia yang cerdas dalam bertutur dan bijak dalam berperasa dalam berkomunikasi demi terwujudnya keshalehan sosial yang bermartabat. (red_kresna utama)

beurat pisan eta bahasa…