Siang hari ini panas terasa. sepanjang jalan sudirman rasanya berjejalan kendaraan yang tak karuan jalannya, maklum, angkot dan parkiran membuat badan jalan berserakan. roda motorku berputar kencang, jalan menyalip ditengah panas dan ramainya jalan menjadi favoritku saat itu,, dengan jaket yang tertutup rapat dan tangan yang terbakar matahari rasanya aku ingin telanjang dan teriak didepan lampu merah.. “panas anjiii*g!” (kesal)..
belokan depan tak jauh dari toko obat pandu kulihat banyak anak SMA 4 yang baru bubaran sekolah, “jadi teringat dulu eahaha” gumamku melihat putih abu yang menghiasi jalan kemacetan itu. kupandangi wajahnya satu persatu “ ABG sekarang ko mukanya kayak masih kecil2 ya? kayak bukan umur 17an?” pikirku tak penting, “hmm atau mukaku yang ketuaan saat SMA?’ aaahhh rasanya kalimat itu bukan alasan untukku untuk terus berasa muda..
lajuku melalui mereka. makiin ramai.. begitu banyak orang yang menyeberang disaat motor melaju kencang menahan panas. “pada ga mikir nyebrang ya?!” ketusku, urusan ketabrak sih pasti yang disalahkan ya motor2 juga nantinya. kesal dan panasku mulai menaik, kulihat sepanjang jalan awan tak meneduhi panasnya ini, “rasanya tadi lebih teduh daerah sini?” bertanya sinis.. huh memang rata2 struktur wajah pengendara motor itu seram-seram, ya faktornya sih lebih pada mood yang tidak banyak sesuai dengan kondisi dijalanan.. ya egois memang.
“wah kuning!, keburu ga ya? perempatan ini suka lama merahnya”
wusss!
[merah]
“sial!”
rasanya hari ini doyan banget buat kangen-kangenan sama lampu merah.
mataku memandang pengendara lainnya… ada yang acuh, ada yang sama kesalnya denganku, ada pula yang tampaknya menikmati sekali panasnya cuaca hari ini “apa yang dia pikirkan?” celotehku.
“bragg!”
“eh itu jatoh a!”
suara orang-orang yang mendadak teriak sambil melihat kearah depan motorku. ternyata ada seorang gadis yang terjatuh didepan motorku.. “mau nyebrang, trus pingsan?” pikirku, sambil kuangkat perempuan itu ke pinggir jalan dengan bantuan pengendara lainnya.
“mas nabrak dia ya?!” nada setengah tinggi..
“anda juga liat sendirikan lampu lagi merah?!, ya saya juga lagi berhenti, masa mau nabrak orang.. orang dia jatoh depan saya ko.. gimana sih..”
rupanya ada yang menyangka perempuan ini aku yang menabraknya, enak saja orang nyeletuk!. kebetulan saja ia terjatuh tepat didepan motorku yang sedang berhenti dilampu merah. sial!
tanganku coba menolehkan wajah perempuan itu, untuk kulihat keadaannya, takutnya terbentuk jalan aspal atau mimisan karena panas.
“hmm!” [anjir! geulis euy! huhuy!] sontak ku dalam hati.
orang-orangpun membantu menyadarkannya, ada yang memberi air, ada yang mencarikan tempat yang lebih teduh untuk membaringkannya, ada juga yang hanya menonton dan berkata ‘oh pingsan..’ dan pergi lagi berjalan kaki..
laju kendaraan sudah berjalan. lamu sudah hijau dari tadi, motorku terparkir dibahu kanan lampu merah.. setengah bingung karena bertanya “kenapa jatoh ya?” kucoba membangunkannya lagi dengan mengoyang-goyangkan badannya
“dek?. ade?”
aku panggil gadis SMA ini..
perlahan gadis ini membuka matanya, sedikit seperti lelah dan lemas..
“Alhamdulillah tuh sadar..” kalimat orang2 yang berkerumun pada saat itu..
“mas, sama mas ya dianter. kasian belom sadar betul” kata pedagang soto kepadaku..
“oh ia pak” sahut ku..
mulai tenang, dia sudah meminum air, akupun sudah mulai lega dengan keadaan ini, apa jadinya kalau dia tidak sadar-sadar? bisa tertuduh nabrak seperti kata orang-orang tadi..
“makasih ya a..” ucap si gadis SMA yang pingsan ini padaku,
“eh ia, sama-sama” jawabku memecahkan lamunanku tadi..
” tadi kenapa? jatoh? “
“ga tau, pusing da, mau pulang” jawabnya dengan nada bingung, hmm mungkin masih pusing.
(sambil)
huy! semakin kulihat memang cantik perempuan ini. dan akan jadi yang terlalu sinetronis kalau ku tanya nama, alamat dan apalagi kalau nanya “udah punya pacar blm?” wah disangka germo nantinya. akhirnya sikap standar saja yang kupilih..
“oh ya udah atuh pulang ya? rumah dimana? kaut ga pulang sendiri?” peduli ku..
“bisa..bisa… deket da di stasion sana” sambil menunjuk arah yang kiranya hanya 500 meter kedepan saja. hmmm rsanya kecewa tidak jadi membonceng dia, se tidaknya aku punya kesempatan lebih untuk berkenalan dimotor
“oh bener ga mau dianter?” tanyaku memastikan..
“ia ga apa-apa, makasih mas” meyakinkanku sambil mulai menoba berdiri dan mengkalungkan tas nya kembali.
“oh ok, hmm” senyumku mengantar melanjutkan jalan kakinya yang terhenti karena pingsan.
hahaha di otaku hanya bilang “Cantik ya, lucu hehe”..
namanya? SMA brapa? anak SMA 4 atau Pasundan ya? didaerah ini kan banyaknya anak-anak SMA itu..pikirku.
ah sudahlah, hanya intermezo ditengah kemacetan kota dan teriknya hari hari Selasa.
jangan pingsan lagi ya ahahahahahahha

Satu peristiwa yg cukup mengesankan….pucuk d cinta ulam tiba…..cerpen pisan…heheheh..lanjutkan atuh…